google.com, pub-0499253383948661, DIRECT, f08c47fec0942fa0

10 Symptoms of the Omicron Corona Virus Variant, What are they?


 

The following are a number of Omicron symptoms summarized from a number of sources:

1. Headache

Headaches can be one of the symptoms of the Omicron variant of Covid-19. Based on a symptom study by Zoe Covid (covid.joinzoe.com) funded by the UK government, it shows that headaches can appear as an early symptom and are actually a more common symptom. This study found that headaches due to Covid-19 tend to be moderate to severe pain. Then can be a throbbing, pressing and stabbing headache occurring on both sides of the head. Headaches usually last more than three days and tend to be difficult to relieve with painkillers

2. Colds

Zoe found that colds were the second most frequently reported symptom after headaches. Zoe said that when the number of Covid-19 is high, the possibility of a cold due to Covid-19 is also high. However, they emphasized that when the Covid-19 rate is low, the cold is more likely to be caused by allergies or other diseases. It's hard enough to name a cold as a common definitive symptom mainly during winter.

3. Sneeze

Zoe's study found that sneezing is usually more of a sign of Covid-19 in people who have been vaccinated. Although they stress that sneezing is more likely a sign of a cold or allergies. So sneezing is not a common symptom.

4. Sore throat

Sore throats in COVID-19 usually tend to be milder and last no more than 5 days. So if the sore throat lasts longer, it may be due to other reasons. Zoe's data shows those with Covid-19 typically report sore throats although this is common in adults.

5. Loss of smell

So far, loss of smell has been the strongest indicator of Covid-19 infection. But this is likely to change, so a person does not need to lose their sense of smell completely when infected. A number of experts believe that loss of smell and/or taste does not occur in Omicron 6 patients. Continuous cough Continuous coughing has been agreed to be the main symptom of Covid-19. Persistent cough means coughing multiple times a day for half a day or more. As for Covid-19, it is usually a dry cough and rarely coughs up phlegm. A persistent cough usually arrives about a few days after the illness and usually lasts for four or five days.

7. Fatigue

Quoting from IndiaTimes Omicron symptoms are similar to the previous variant, namely Omicron can cause fatigue or extreme fatigue. A person may feel tired, experience low energy and may have a strong desire to rest, which can interfere with daily activities. However, it is important to note that fatigue may arise from other reasons and health problems as well. So to make sure you need to do a test to confirm the condition.

8. Itchy throat

According to South African doctor Angelique Coetzee, individuals infected with the Omicron variant tend to complain of an "itchy" throat. However, the itching that occurs seemed unusual. So that itchy throat that appears will make a person feel uncomfortable.

9. Mild fever

In the Omicron variant, the fever that occurs has a less lasting effect than the previous variant. According to Coetzee, the variant induces a mild body temperature so that the body can slowly recover on its own when experiencing a fever.

10. Night sweats

South African Department of Health update, General Physician Unben Pillay suggested that night sweats be included as a symptom of the new Omicron variant. This night sweats appear in such profusion that clothes and bedding get wet even when lying in a cool place. It should be noted, to find out for sure whether someone has the Omicron variant of Covid-19, the best way is to do a test to be sure.

Siapa Saja yang Boleh Naik Kereta Api Luar Biasa Mulai 12 Mei Nanti?


Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengoperasikan perjalanan Kereta Api Luar Biasa (KLB) untuk berbagai rute mulai tanggal 12 sampai 31 Mei 2020.

Siapa saja yang boleh naik? Menurut VP Public Relations KAI Joni Martinus, tidak sembarang orang boleh naik KLB tersebut.

"Terdapat 6 perjalanan Kereta Api Luar Biasa yang kami operasikan untuk masyarakat yang dikecualikan sesuai aturan pemerintah dengan penerapan protokol pencegahan COVID-19 yang ketat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2020).

Tiketnya dijual mulai Senin 11 Mei 2020 di loket stasiun keberangkatan penumpang. Pemesanan dan pembelian tiket dapat dilakukan mulai H-7 keberangkatan, oleh penumpang yang bersangkutan dan tidak dapat diwakilkan.

Untuk dapat membeli tiket tersebut, calon penumpang diharuskan melengkapi persyaratan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas COVID-19. Persyaratan tersebut di antaranya menunjukkan surat hasil tes negatif COVID-19, surat tugas dari perusahaan, KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah, serta dokumen pendukung lainnya sesuai peraturan.

Jika sudah lengkap, calon penumpang melapor ke Posko Gugus Tugas COVID-19 yang tersedia di stasiun penjualan tiket untuk menyerahkan berkas. Jika sudah diverifikasi, calon penumpang akan mendapatkan Surat Izin dari Satgas COVID-19 dua rangkap. Lembar pertama diberikan ke petugas loket saat akan membeli tiket dan lembar kedua ditunjukkan kepada petugas pada saat boarding. Surat Izin tersebut berlaku hanya untuk satu kali perjalanan.

"KAI membentuk posko penjagaan dan pemeriksaan tersebut berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Polisi, TNI, Pemerintah Daerah, Gugus Tugas COVID-19 Daerah, dan instansi terkait lainnya," jelas Joni.

Setiap penumpang yang akan menggunakan KLB tersebut diharuskan untuk menggunakan masker, bersuhu tubuh di bawah 38 derajat celsius, membawa tiket, identitas asli, serta Surat Izin dari Satgas COVID-19.
Baca juga: 5.889 Refund Tiket KA, Uang Dikembalikan 100 Persen

"Penumpang yang akan berangkat namun tidak memenuhi persyaratan tersebut, dilarang naik kereta api dan tiket akan dikembalikan 100%," tegas Joni.

Seluruh perjalanan KLB sudah menyesuaikan dengan jadwal pembatasan transportasi umum di masing-masing wilayah yang sudah menerapkan PSBB. KAI juga secara tegas dan ketat menerapkan protokol pencegahan COVID-19 mulai dari sebelum keberangkatan, dalam perjalanan, dan saat tiba di stasiun tujuan.

KLB tersebut melayani rute mana saja?

Adapun 3 rute yang dilayani adalah:

1. Gambir - Surabaya Pasarturi pp (Lintas Utara)
a. Rangkaian: 4 Kereta Eksekutif dan 4 Kereta Ekonomi
b. Kapasitas yang dijual: 264 Tempat Duduk (50% dari total tempat duduk tersedia)
c. Stasiun Naik/Turun Penumpang: Gambir, Cirebon, Semarang Tawang, Surabaya Pasarturi
d. Tarif jarak terjauh: Eksekutif Rp750.000 dan Ekonomi Rp400.000

2. Gambir - Surabaya Pasarturi pp (Lintas Selatan)
a. Rangkaian: 4 Kereta Eksekutif dan 4 Kereta Ekonomi
b. Kapasitas yang dijual: 264 Tempat Duduk (50% dari total tempat duduk tersedia)
c. Stasiun Naik/Turun Penumpang: Gambir, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Pasarturi
d. Tarif jarak terjauh: Eksekutif Rp 750.000 dan Ekonomi Rp 450.000

3. Bandung - Surabaya Pasarturi pp
a. Rangkaian: 3 Kereta Eksekutif dan 3 Kereta Ekonomi
b. Kapasitas yang dijual: 198 Tempat Duduk (50% dari total tempat duduk tersedia)
c. Stasiun Naik/Turun Penumpang: Bandung, Yogyakarta, Madiun, Surabaya Pasarturi
d. Tarif jarak terjauh: Eksekutif Rp 630.000 dan Ekonomi Rp 440.000

Tahukah Anda Berjemur Terlalu Pagi dan Terlalu Siang Justru Berbahaya , Lalu Baik nya Jam Berapa?


Siapa yang suka berjemur di di bawah sinar matahari?

Berjemur di bawah sinar matahari punya banyak manfaat bagi kita, seperti membantu tubuh mendapatkan vitamin D hingga membantu kita tidur lebih nyenyak di malam hari.

Tapi waktu berjemur juga harus diperhatikan supaya kita mendapatkan manfaatnya

Waktu berjemur yang baik adalah sekitar pukul 8 pagi sampai 10 pagi, teman-teman. Kemudian waktu terbaiknya adalah pukul 10 pagi.

Nah, sebaiknya berjemur tidak dilakukan di saat memasuki pukul 11 siang. Kenapa begitu, ya?

Berjemur di Pagi Hari

Berjemur di pagi hari sekitar pukul 7 pagi di mana sinar masih redup, juga justru berbahaya bagi kesehatan. Ini karena adanya gelombang ultraviolet A pada waktu itu .

Pukul 10 pagi jadi waktu terbaik untuk berjemur, karena saat matahari naik, cahaya ultraviolet B sampai ke kita.
Cahya ultraviolet B dari sinar matahari pukul 10.00 bisa membantu membentuk vitamin D3.
Vitamin D3 ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh, teman-teman.
Nah, yang perlu diingat, berjemur di saat itu hanya perlu dilakukan selama 15 – 20 menit saja, ya.

Mengapa Sebaiknya Kita Tidak Berjemur Setelah Pukul 10 Pagi?
Setelah pukul 10 pagi atau memasuki pukul 11 siang kita sebaiknya tidak berjemur di bawah cahaya matahari.

Memasuki pukul 11 siang sampai pukul 4 sore, cahaya matahari lebih kuat dan tepat mengarah ke kita. Sehingga berjemur tanpa perlindungan justru tidak baik bagi kulit.

Cahaya ultraviolet pada matahari siang hari bisa menyebabkan sunburn, teman-teman. Sunburn adalah keadaan ketika kulit menjadi kemerahan setelah berada di bawah panas matahari terlalu lama.

Sebenarnya, kulit kita memiliki senjata untuk melindungi diri dari cahaya matahari yang berbahaya, terutama cahaya ultraviolet A yang bisa berisiko menyebkan kanker kulit.

Saat sinar ultraviolet masuk ke kulit, senjata pertama kulit kita adalah melanin.
Melanin adalah zat pigmen yang berwarna gelap, teman-teman. Zat melanin ini bekerja menyerap sinar ultraviolet dan mengalihkannya lewat sel yang sehat.

Kemudian, selain melanin, kulit kita juga meningkatkan ketebalan di lapisan kulit terluar. Biasanya lapisan ini adalah sel kulit mati.

Sehingga ini menghalangi sinar ultraviolet untuk masuk ke sel kulit di bagian dalam.
Kulit juga punya kemampuan untuk memperbaiki DNA dan protein yang rusak.
Namun, kadang-kadang senjata dari kulit ini tidak cukup, teman-teman. Inilah mengapa saat keluar rumah pada pukul 11.00 – 16.00 sebaiknya kita memakai tabir surya.

Tabir surya bisa membantu menyerap sinar ultraviolet atau membiaskannya sehingga sel kulit tetap aman.

Bagaimana Cara Melindungi Diri dari Cahaya Matahari di Siang Hari?

Meski tidak berjemur seperti pagi hari, banyak orang beraktivitas di luar ruangan di siang hari, seperti kita yang beristirahat atau pulang sekolah di siang hari.

Kita bisa melindungi kulit dengan memakai pakaian yang tertutup saat berada di bawah sinar matahari. Misalnya memakai kaus lengan panjang, celana panjang, dan topi.

Sebisa mungkin kita tidak berada terlalu lama di bawah cahaya matahari saat sedang terik-teriknya, sekitar pukul 11.00 – 14.00.

Saat berada di luar ruangan di siang hari, ada baiknya kita memakai tabir surya untuk menambah perlindungan kulit.
Menurut ahli, kita sebaiknya memakai tabir surya 10 atau 15 menit sebelum kita berada di bawah sinar matahari.

Jika kita berada di bawah sinar matahari dalam waktu yang lama, akan lebih baik kalau kita memakainya lagi, sekitar dua jam sekali.

Sembuh dari Virus Corona, Fungsi Paru-Paru Berkurang Hingga 30%


Studi mengejutkan yang dikeluarkan otoritas rumah sakit Hong Kong. Dari penelitian para ahli di sana, yang berhasil sembuh dari Virus Corona Covid-19 akan mengalami penurunan fungsi paru-paru hingga 30%.

Saat ini, virus corona ianggap berbahaya karena menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Itu sebabnya salah satu hal yang dirasakan penderita COVID-19 adalah sesak napas.

ilmuwan Hong Kong kemudian memberikan penjelasan sesak napas dan risiko yang dihadapi pasien virus corona di kemudian hari.

Menurut Business Insider, orang-orang yang pulih dari infeksi virus corona ternyata masih memiliki dampak pada fungsi paru-paru.

Mereka yang berhasil sembuh dari Covid-19 akan mengalami penurunan kapasitas paru-paru secara substansial.

Otoritas rumah sakit Hong Kong telah mempelajari gelombang pertama pasuen yang keluar dari rumah sakit akibat Covid-19.

Menurut otoritas rumash sakit Hong Kong, pasien yang dinyatakan sembuh total dari virus corona memiliki perubahan kapasitas paru-paru mereka.

Ada penurunan kapasitas paru-paru. Dan hal ini akan terasa saat berjalan lebih cepat.

“Mereka terengah-engah jika berjalan sedikit cepat,” kata Owen Tsang Tak-yin, Direktur medis Pusat Penyakit Menular otoritas, seperti dikutip dari South China Morning Post.

Untuk menyiasatinya, pasien dianjurkan melakukan latihan kardiovaskular, seperti berenang, untuk meningkatkan kapasitas paru-paru mereka dari waktu ke waktu. (*)

Popular Posts