google.com, pub-0499253383948661, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kisah Mualaf Mantan Bos Besar yang Jadi Penjual Es Cincau



KISAH mualaf selalu mencuri perhatian, sekaligus menjadi pelajaran bagi umat Muslim. Termasuk kisah seorang mantan bos besar Hasanudin, memutuskan mualaf dan kini lebih memilih jualan es cincau dan nanas.

Dikutip dari channel Youtube, Gavy Story Sabtu, (25/4/2020), seorang penjual es nanas dan cincau dari Kota Sukabumi, Jawa Barat, Hasanudin memiliki cerita yang dapat membuat kita tertegun. Harta bukanlah segalanya!


Dulu Hasanudin adalah seorang general manager di salah satu tempat hiburan di Jakarta. Saat itu ia hidup bergelimang harta, mobil dan rumah mewah ia miliki. Bahkan penghasilannya mencapai Rp 100 juta per bulannya.

"Dulu punya rumah tingkat di Jakarta, punya mobil. Ah pokoknya komplit lah. Dulu hidupnya bagus, enak. Dulu saya kerja di tempat hiburan, jadi general manager. Bosnya dulu saya," kata pria berusia 65 tahun itu.

Hasan melanjutkan, walau kala itu penghasilannya sangatlah banyak namun ia hanya memegang uang Rp100 ribu saja. Sebagian besar ia berikan kepada istrinya karena dirasa istrinya lebih membutuhkan uang banyak.

"Saya pegang Rp100 ribu saja, saya orangnya begitu. Istri kan di rumah pasti perlu, kalau saya enggak perlu," ujarnya.

Namun konflik rumah tangganya saat itu bermunculan. Hasan pun bercerai dengan istrinya, sampai menikah lagi tetapi tetap saja hidupnya selalu diwarnai perpecahan dalam rumah tangganya. Sampai akhirnya seluruh kekayaannya habis.

Hingga suatu hari Hasanudin bertemu dengan seorang perempuan Muslim, ia ingin menikahinya. Namun dengan syarat masuk Islam di usianya yang ke 43 tahun.


"Pertama, dari istri ketiga dia kan Islam. Jadi kalau mau nikah sama dia harus mualaf. Saya tanya orangtua, dulu mereka masih ada "gimana kalau saya masuk Islam?" Mereka bilang yang penting kamu sholat," tuturnya.

Akhirnya Hasan masuk Islam dan meninggalkan masa lalunya. Ia merantau ke Sukabumi dan memulai hidup baru dengan istrinya. Meski kehidupannya kini tak semewah dulu, namun ia lebih bersyukur karena hatinya tenang setelah masuk Islam.

"Setelah jadi mualaf lebih tenang. Masalahnya begini, kalau kita lagi pusing baca doa kan, kita tenang. Saya pernah sholat tahajud 40 hari. Baca ayat Kursi sama Al Fatihah, udah tuh," katanya.

Selain itu, Hasan merasa Allah selalu menolongnya di kala sulit. Pernah suatu hari anaknya harus membeli sepatu dan membayar uang sekolah, total semuanya adalah Rp300 ribu. Tapi saat itu Hasan tidak memiliki uang, ia hanya pasrah dan melanjutkan ikhtiar dengan berjualan es demi mencari kebutuhannya.

Ia berjualan sejak pagi sampai sore hari, tapi jualannya belum juga habis dan cincau yang dijualnnya pun mulai rusak tidak bisa dijual. Saat itu ada yang ingin membeli es cincaunya, tapi Hasan menolak karena dagangannya sudah tidak layak dikonsumsi.

"Saya bilang cincau udah enggak bisa diminum, itu cincau udah jelek saya engak mau jual. Dia bilang ya udah es nanas dua satu pakai es, satu lagi enggak pakai es dia beli dua jadi Rp10 ribu kan," ucapnya.


Tapi tidak diduga si pembeli itu memanggil Hasan kembali, dan tiba-tiba memberikan uang senilai Rp300 ribu. Hasan bersyukur bahwa rezekinya tidak pernah putus, berapapun nominalnya.

"Saya buka uangnya pas Rp300 ribu. Ya Allah saya sedih, Allah itu sering tolong saya. Allah tolong saya, saya jadi ada uang untuk beli sepatu anak saya. Allah tolong saya terus. Dulu saya dapat gaji Rp100 juta, sekarang nilainya dari itu," terangnya.

Sembuh dari Virus Corona, Fungsi Paru-Paru Berkurang Hingga 30%


Studi mengejutkan yang dikeluarkan otoritas rumah sakit Hong Kong. Dari penelitian para ahli di sana, yang berhasil sembuh dari Virus Corona Covid-19 akan mengalami penurunan fungsi paru-paru hingga 30%.

Saat ini, virus corona ianggap berbahaya karena menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Itu sebabnya salah satu hal yang dirasakan penderita COVID-19 adalah sesak napas.

ilmuwan Hong Kong kemudian memberikan penjelasan sesak napas dan risiko yang dihadapi pasien virus corona di kemudian hari.

Menurut Business Insider, orang-orang yang pulih dari infeksi virus corona ternyata masih memiliki dampak pada fungsi paru-paru.

Mereka yang berhasil sembuh dari Covid-19 akan mengalami penurunan kapasitas paru-paru secara substansial.

Otoritas rumah sakit Hong Kong telah mempelajari gelombang pertama pasuen yang keluar dari rumah sakit akibat Covid-19.

Menurut otoritas rumash sakit Hong Kong, pasien yang dinyatakan sembuh total dari virus corona memiliki perubahan kapasitas paru-paru mereka.

Ada penurunan kapasitas paru-paru. Dan hal ini akan terasa saat berjalan lebih cepat.

“Mereka terengah-engah jika berjalan sedikit cepat,” kata Owen Tsang Tak-yin, Direktur medis Pusat Penyakit Menular otoritas, seperti dikutip dari South China Morning Post.

Untuk menyiasatinya, pasien dianjurkan melakukan latihan kardiovaskular, seperti berenang, untuk meningkatkan kapasitas paru-paru mereka dari waktu ke waktu. (*)

Ini Nomor Crisis Center Lion Air JT 610 yang Jatuh


Jakarta - Maskapai Lion Air mendirikan pusat krisis (crisis center) kecelakaan pesawatnya yang bernomor penerbangan JT 610. Silakan menghubungi pusat krisis ini untuk mengetahui informasi terkait penumpang Lion Air itu.

"Crisis Center Penanganan Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610. Silakan menghubungi crisis center di nomor 021-80820000 dan untuk informasi penumpang di nomor 021-80820002," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Dia menyampaikan informasi itu lewat akun Twitter pribadinya, @Sutopo_PN. Dia juga mencantumkan nomor Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, yakni +62 8788 033 3170.

Pesawat Lion Air JT 610 lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.20 WIB dan hendak menuju Pangkalpinang. Namun pada pukul 06.33 WIB, pesawat itu hilang kontak.

Ada 189 orang di dalam pesawat itu, termasuk penumpang dan awak kabin. Kini personel Badan SAR Nasional sedang berusaha melakukan evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat, di laut utara Karawang, Jawa Barat.

Ini Manifes Penumpang dan Awak Lion Air yang Jatuh di Karawang


Tangerang - Pesawat Lion JT 610 jatuh di perairan Karawang. Ada 179 penumpang di pesawat tersebut. Jika ditotal dengan kru pesawat, total yang diangkut pesawat 189 orang.

Pesawat JT 610 yang jatuh merupakan rute Jakarta-Pangkalpinang. Pesawat hilang kontak pada pukul 06.33 WIB, Senin (29/10/2018). Berikut daftar nama penumpang pesawat nahas tersebut:



Berdasarkan keterangan dari Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Pramintohadi Sukarno, Senin (29/10/2018), berikut data dari pilot, kopilot, dan 5 awak kabin:

Pilot: Bhavye Suneja
Kopilot: Harvino
Senior Flight Attendant: Shintia Melina
Flight Attendant: Citra Novita Anggelia
Flight Attendant: Alfiani Hidayatul Solikah
Flight Attendant: Fita Damayanti Simarmata
Flight Attendant: Mery Yulyanda

Potongan Tubuh Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Lion Air JT 610


Jakarta - Basarnas gencar melakukan evakuasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang. Telah ditemukan bagian tubuh diduga korban pesawat nahas itu.

Dari foto-foto yang dikirim Basarnas, Senin (29/10/2018), tampak Basarnas telah menemukan puing-puing pesawat Boeing 737 MAX 8 itu. Terlihat juga bagian tubuh yang telah terpisah dari badan korban.


Bagian tubuh itu dimasukkan ke kantong hitam. Selain bagian tubuh diduga korban, Basarnas telah mengevakuasi puing-puing pesawat Lion Air JT 610 itu. 

Pesawat itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.10 WIB dan seharusnya mendarat di Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang pukul 07.10 WIB. KNKT mengatakan, pesawat Boeing 737 MAX 8 yang baru bergabung dengan Lion Air pada 2018 mengangkut 189 penumpang.


Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pesawat membawa 189 orang. "178 dewasa, 1 anak-anak, 2 bayi, 2 pilot, dan 6 awak kabin," kata Soerjanto dalam jumpa pers Basarnas dan KNKT, Jakarta, Senin (29/10).

Puing Pelampung dan Ponsel Ditemukan di Lokasi Lion Air Jatuh


Jakarta - Tim SAR yang menemukan pesawat Lion Air JT610  mendapatkan beberapa puing. Pesawat itu berada di dalam air dengan kedalaman 30-35 meter.

"Kita sampai di lokasi ternyata kita menemukan ada puing-puing pelampung, handphone, dan ada beberapa potongan...," ucap Kepala Basarnas Marsdya M Syaugi dalam konferensi pers di kantornya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018).

Jumlah total orang yang berada di dalam pesawat disebut 189 orang. M Syaugi belum dapat memastikan bagaimana kondisi penumpang.

"Kita sampai sekarang belum tahu itu, apakah masih ada yang selamat, mudah-mudahan ada," kata M Syaugi.

Saat ini menurut Syaugi proses pencarian masih dilakukan. Dia mengaku akan kembali memperbarui informasi mengenai evakuasi beberapa jam ke depan.

Pesawat itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada pukul 06.20 WIB. Selanjutnya, pesawat itu hilang kontak pukul 06.33 WIB.

Warga Jember yang Meninggal karena Kelaparan, Ini Kata Perangkat Desa


Jember - Tumirah (60), nenek yang meninggal diduga kelaparan, dikenal sosok pekerja keras. Warga Dusun Krajan Kulon, Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari itu, rela melakukan pekerjaan apa saja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

"Dia bersama suaminya termasuk pekerja keras. Meski pun termasuk keluarga miskin, mereka ini tidak merepotkan tetangga," kata Kepala Dusun Krajan Kulon, Sutaryono, Senin (18/12/2017).

Sehari-hari, Tumirah biasanya bekerja mencari kayu bakar atau mengais padi sisa panen. Itu dilakukan untuk membantu suaminya yang bekerja serabutan.

"Suaminya bekerja serabutan. Kadang ya buruh tani, kemudian juga disuruh orang untuk memanjat kelapa. Memang pekerja keras dia," kata Sutaryono.

Hal senada juga diungkapkan ketua RT setempat, Yasir. Menurut dia, meski hidup miskin, Tumirah tak pernah meminta-minta ke tetangga. Wanita itu lebih memilih bekerja meski usianya sudah tak muda lagi.

"Orangnya memang suka jalan. Juga agak pikun karena usia sudah udzur. Mungkin karena pikun itu juga dia lupa makan ketika berada di jalan," kata Yasir.

Jenazah Tumirah ditemukan di semak-semak dekat tangkis sungai Dusun Pondok Waluh, Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Sabtu (16/12). Dari hasil olah TKP sementara, polisi menduga nenek itu meninggal karena kelaparan.

"Perutnya sangat tipis. Dugaan sementara karena kelaparan," kata Kanit Resmob Polres Jember Wilayah Barat, Aiptu Gunawan.

Jenazah Tumirah langsung dimakamkan malam hari usai ditemukan, Sabtu (16/12). Keluarga menolak jenazah divisum dan menganggap kematian Tumirah merupakan sebuah takdir. 

Pengacara: Natal, Ahok Dapat Remisi 15 Hari


Jakarta - Pengacara mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), I Wayan Sudirta, mengatakan kliennya akan mendapatkan remisi pada Natal nanti. Ahok akan mendapatkan remisi 15 hari.

"Iya, dapat, (tapi) nanti dicek sama-sama ya, karena tidak ada buku di depan saya, seingat saya 15 hari itu karena Natal," ujar Sudirta kepada detikcom, Senin (18/12/2017).

Sudirta mengatakan Ahok sudah berhak mendapatkan remisi karena sudah menjalani masa tahanan selama 6 bulan. Remisi yang diberikan merupakan hak Ahok.

"Kalau sejak 6 bulan ke atas itu 15 hari kalau tidak salah. Itu haknya, dia pasti dapat," katanya.

Remisi yang diberikan kepada Ahok merupakan remisi untuk narapidana yang diberikan pada hari Natal. Sudirta menjelaskan setiap narapidana berhak mendapatkan remisi pada hari raya agama yang dia anut.

"Ini di luar hal-hal lain, kan remisi itu macam-macam, ini sudah hak gitu. Karena khusus untuk hari raya setiap narapidana dia boleh mendapatkan remisi untuk hari raya terhadap agama yang dianut. Kalau Kristen dia ambilnya di Natal, kalau muslim di Idul Fitri," imbuhnya.

Ahok hingga kini masih menjalani masa tahanannya. Sudirta menyebut Ahok enggan berkomentar terkait remisi yang diberikan.

"Kalau Pak Ahok ini orangnya tegar, dia jalani saja, dia nggak komentar yang kayak gini-gini. Kalau itu sudah aturannya, ya sudah, dia jalani saja," ungkapnya.

"Di tahanan dia rajin membaca, malah buku yang dia baca tidak hanya buku-buku agama Kristen, tapi buku-buku agama lain juga dia baca," ucapnya. 

Foto Bos First Travel Tahun 2010 Saat Masih Miskin

Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, pemilik PT First Anugerah Karya Wisata atau yang lebih akrab disebut dengan First Travel memang saat ini tengah menjadi sorotan netizen Tanah Air setelah diamankan pihak Bareskrim Polri terkait dugaan penipuan calon Jemaah umrah.
Andika Surachman menjabat sebagai direktur utama, sementara istrinya sebagai direktur. Mereka berdua diaggap menipu calon jamaah yang ingin melaksanakan umrah.
“Modus operansinya, pelaku menjanjikan dengan cara menawarkan biaya umrah,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, seperti yang dilansir di Tribunnews.com
Namun sayang, sampai saat ini belum ada calon jamaah yang berangkat. Sementara itu nama Anniesa Hasibuan sudah cukup terkenal karena ia merupakan desainer hijab dan bahkan sudah mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Di tahun 2016 yang lalu ia berhasil masuk ke New York Fashion Week.
Pasangan suami istri itu tak luput dari perbincangan warganet media sosial. Para netizen yang menjadi korban bahkan membuat group khusus di Facebook sebagai wadah bagi korban calon Jemaah umroh untuk saling bertukar cerita.
Dalam sebuah unggahan di laman grup tersebut, foto-foto memperlihatkan bos Traevel ini ketika zaman dahulu. Kondisisnya sangat berbeda dengan sekarang ini. Dilansir dari Detik.com foto yang diposting itu diberi keterangan ‘foto tahun 2010 saat kismin’ mendapat banyak komentar dari netizen. Foto itu memperlihatkan keduannya di ketinggian dengan latar gunung.
Tanggapan netizen yang memang rata-rata korban First Travel itu beragam, ada nyinyir pedas dan menyumpahi mereka.
Memang terlihat kehidupan bos Fors Travel itu sangat jauh berbeda. Saat ini mereka hidup glamor dan sering bepergian ke luar negeri. Oleh sebab itulah banyak netizen yang berkomentar negatif. Berikut foto-foto perubahan drastis bos First Travel saat belum sukses dan sekarang ini.
Tidak disangka, dulunya mereka sempat hidup melarat pada tahun 2010. Foto tersebut memperlihatkan Andika yang berkacamata mengenakan kaus lengan panjang dan Anniesa yang mengenakan baju kuning ditutup pasmina warna hitam. (Foto: dok Facebook)
 Foto tahun 2010 dan tahun 2014


Foto zaman 2010 dan 2016


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Berdialog dengan Anggota Koperasi Mitra Dhuafa ( KOMIDA )

Mentri Keuangan, Sri Mulyani ( kiri ) dan Managing Director Koperasi Mitra Dhuafa, Slamet Riyadi ( Kanan )


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapat kesempatan untuk berdialog dengan masyarakat yang mendapatkan fasilitas kredit ultra mikro di Desa Pasir Angin, Megamendung, Kabupaten Bogor.


Sri Mulyani setidaknya berdialog dengan dua debitur yang merupakan anggota Koperasi Mitra Dhuafa ( KOMIDA ) yang pertama Yuningsih sebagai pelaku usaha dan kedua adalah Waroh seorang petani singkong.

Sri Mulyani pertama melayangkan pertanyaan kepada Yuningsih, di mana komitmen Yuningsih dalam melunasi kewajiban kreditnya.

"Pertama pertemuan dimulai dengan doa, semua satu kelompok memohon agar kegiatannya sama-sama bisa dijaga, saya senang semua ibu-ibu bersama-sama menabung Rp 50 ribu, memang setiap minggu Rp 50 ribu atau cuma karena ada menteri?

"Tergantung usaha," jawab Yuningsih.

Yuningsing merupakan ibu dengan 3 anak, dan sehari-harinya menjalankan usaha seperti warung sembako, jual sayur mayur, pulsa elektrik, dan menjual sate kikil, serta sudah menjadi anggota Koperasi Mitra Dhuafa ( KOMIDA ) selama 10 tahun.

Sri Mulyani kembali memberikan pertanyaan, kali ini apa saja yang sudah di dapat setelah 10 tahun bergabung dengan Komida.

"Pertama pinjaman usaha kecil-kecilan kedua mikro bisnis, dan ketiga biaya pendidikan," jawab Yuningsih.

Yuningsih menyebutkan, pinjaman yang diajukan kali ini sebesar Rp 5 juta yang diangsur selama 50 minggu untuk memenuhi kebutuhan usahanya.

"Syaratnya mudah, cicilannya ringan," ungkap Yuningsih.


Setelah Yuningsih, Sri Mulyani melakukan dialog dengan Waroh yang merupakan seorang petani singkong. Di ketahui, Waroh telah mengajukan pinjaman sebesar Rp 3 juta.


"Saya tanya siapa yang tadi dapat pinjaman Rp 3 juta, itu untuk apa saja?," kata Sri Mulyani.

"Untuk tani, singkong bu, untuk beli pupuk dan bayar pekerja karena mau panen, cicilannya dia angsur per minggu selama 50 minggu," kata Waroh.

Sri Mulyani kembali memastikan komitmen debitur terkait dengan pelunasannya. Waroh lantas menjawab dengan keyakinan tinggi bahwa dirinya bisa melunasi lantaran cicilannya diangsur setiap minggu dengan nilai yang cukup terjangkau.

"Bisa dilunasin, ringan dan enggak susah pinjamnya, selama ini memang cuma dari Komida," kata Waroh.

Sri Mulyani melayangkan pertanyaan terkait dengan 'bank emok' alias para rentenir. Apakah selama ini melakukan pinjaman ke bank emok. Namun, Waroh memastikan tidak pernah dan tidak mengetahui soal pinjaman dari rentenir.

6 Bocoran Film The Black Panther


JAKARTA -- Marvel Studios bersama Walt Disney Studios akan menghadirkan film tentang pahlawan super Black Panther pada Februari 2018 mendatang. Berikut sejumlah bocoran yang terbongkar dari tayangan trailer di YouTube, dilansir dari laman metro.co.uk.
Pilihan berani
Marvel dikenal lebih fokus menggarap kisah pahlawan super favorit dan membiarkan layanan streaming Netflix mengembangkan tokoh yang 'lebih manusia' seperti Daredevil atau Luke Cage. Keputusan berani studio menggarap kisah Raja T'Challa alias Black Panther ini membuat film produksi Marvel jadi makin beragam.
Latar tempat
Wakanda Raja T'Challa (diperankan aktor Chadwick Boseman) berasal dari Wakanda, negara fiktif di Afrika yang digambarkan Marvel sebagai tempat paling canggih di dunia. Masyarakatnya punya banyak teknologi unik, menggunakan komputer antiretas, juga menjaga persediaan metal terkuat bernama Vibranium yang hanya ada di sana.
Lanjutan Civil War
Sinopsis resmi yang dikeluarkan oleh Marvel menceritakan bagaimana plot film Black Panther akan berlanjut dari pertarungan epik antara Iron Man dan Captain America dalam sekuel Captain America: Civil War. Namun, ada banyak pendalaman cerita yang menyorot T'Challa, terutama upayanya mencegah Wakanda terseret ke dalam perang dunia.
Kekuatan super tak terkalahkan
Pada versi komik yang terbit pada 1966, T'Challa memiliki kecepatan super, kekuatan, penglihatan malam hari, kemampuan penyembuhan, dan cakar adamantium yang serupa dengan Wolverine. Ketangguhan itu juga tersaji dalam trailer seperti saat Black Panther tak mempan ditembak peluru dan dengan mudahnya mengalahkan banyak lawan.
Menyinggung kolonialisme
Cuplikan film menampilkan betul Wakanda sebagai negara makmur dengan bergaam harta karun luar biasa. Kondisi itu mengundang minat penjajah kolonial yang merencanakan strategi bagaimana mendapatkan kekayaan dan sumber daya kekayaan negara tersebut.
Banyak karakter tersohor
Lupita Nyong'o, aktris pemeran ibu serigala yang merawat Mowgli di The Jungle Book bermain sebagai tokoh Nakia, salah satu pengawal perempuan pelindung Black Panther. Selain Nyong'o, ada aktor Andy Serkis sebagai Ulysses Klaue, Danai Gurira sebagai Okoye, juga Martin Freeman sebagai Everett Ross.

Karena Sangat Indahnya, Desa Ini Tak Boleh Dipotret


Bergun - Desa Bergun di Swiss dikenal begitu indah dan mempesona. Namun sekarang, traveler tidak diperbolehkan untuk memotretnya. Wah, sombong atau apa nih?

Berjarak sekitar dua jam perjalanan darat dari Zurich, Desa Bergun merupakan salah satu daerah wisata favorit yang terkenal hijau dan indah. Tak sedikit wisatawan yang datang ke sana untuk liburan.

Hanya saja pada hari Senin kemarin (29/5), Desa Bergun malah membuat peraturan baru yang menuai kontroversi. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Jumat (2/5/2017) diberitakan media The Local kalau aturannya adalah berupa pelarangan untuk memotret di Desa Bergun. Kok begitu?

Menurut penghuni desa, mereka menyatakan kalau Desa Bergun begitu indah. Barangsiapa yang memotret dan memposting fotonya di medsos akan membuat orang lain depresi karena tidak berada di sana. 

"Telah dibuktikan secara ilmiah kalau foto liburan indah di medsos akan membuat orang yang melihatnya tidak bahagia karena mereka tidak berada di sana secara langsung," bunyi pernyataan petugas pariwisata Desa Bergun.

Dari pihak dinas pariwisata desa pun telah menurunkan foto desa dari laman Facebook dan Twitternya. Tidak hanya itu, foto di laman websitenya pun juga akan dihilangkan.

Bagi traveler yang tetap nakal untuk memotret Desa Bergun, akan dikenakan denda sebesar 5 Swiss francs (Rp 68 ribu). Uang dendanya pun akan digunakan untuk biaya perawatan lingkungan.

Larangan memotret itu pun sudah tampak lewat sejumlah papan penanda yang tersebar di sekitar desa seperti diberitakan media Euro News.

Atas keputusan yang kontroversial tersebut, sejumlah netizen pun memberi kritikan akan larangan memotret itu di laman Facebook Desa Bergun. Ada yang merasa kesal dengan aturan tersebut, bahkan ada juga yang mengancam tidak ingin kembali lagi ke desa tersebut.

Di zaman yang serba medsos ini, kebijakan melarang berfoto di suatu tempat wisata mungkin malah bisa jadi masalah. Kalau menurut traveler bagaimana? 

Warga Mamuju Tewas Ditelan Ular Piton 4 Meter di Kebun Miliknya


Akbar (25) warga Mamuju, Sulawesi Barat, tewas ditelan oleh ular piton. Korban diduga tewas saat akan memanen sawit di kebun miliknya.

"Telah ditemukan, warga tewas akibat ditelan oleh seekor ular piton dengan panjang kurang lebih 4 meter," kata Humas Polda Sulbar, AKBP Mashura melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (28/3/2017).

Akbar diketahui meninggalkan kediamannya di Dusun Pangerang, Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah untuk memanen sawit pada Minggu (26/3). Karena tidak pulang menuju rumahnya, warga mencari Akbar dan menemukannya dalam keadaan tewas sehari kemudian.

"Pada hari Minggu tanggal, 26 maret 2017 sekitar pukul 09.00 WITA korban meninggalkan rumah menuju kebun sawit miliknya untuk memanen. Namun, keesokan harinya korban tak kunjung pulang. Pada hari Senin tanggal 27 Maret 2017 warga kompak untuk mencari korban, dan telah ditemukan korban di kebun sawit dalam keadaan tewas ditelan oleh seekor ular piton dengan panjang empat meter," ujarnya.

Petugas kepolisian Polda Sulawesi Barat memastikan Akbar dalam kondisi tewas saat ditemukan. Jenazah korban saat ini sudah dievakuasi untuk dikembalikan ke keluarga.

"Korban dipastikan tewas setelah sejumlah warga membelah perut ular dan menemukan jasad korban di dalamnya. Saat ini, korban telah dievakuasi warga ke rumah duka," tuturnya. 

sumber :https://news.detik.com/berita/d-3458855/warga-mamuju-tewas-ditelan-ular-piton-4-meter-di-kebun-miliknya

DPR Sebut Pendataan Ulama Tak Perlu Dilakukan


JakartaCNN Indonesia -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menjelaskan, ulama yang merupakan rakyat Indonesia tidak perlu didata oleh kepolisian. Tindakan negara mengawasi rakyat merupakan konsep totaliter.


Pernyataan Fahri menanggapi langkah Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Machfud Arifin yang memerintahkan anak buahnya mendata seluruh alim ulama berpengaruh di provinsi itu, Minggu (5/2).

“Siapa harus mengawasi siapa, dalam logika itu seharusnya rakyat yang mengawasi negara bukan negara yang mengawasi rakyat," kata Fahri di Kompleks DPR, Selasa (7/2).

Menurut Fahri, totaliter merupakan tindakan pemerintah yang menindas hak pribadi dan mengawasi segala aspek kehidupan warga. Fahri meminta sebaiknya pemerintah tidak mengontrol pemikiran yang beredar di publik.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi VIII Maman Imanul Haq. Komisi VIII menyayangkan pendataan yang dilakukan Polda Jawa Timur.

"Melakukan pendataan kepada pesantren, ulama dan kiai sebenernya wewenang dari Kementerian Agama (Kemenag)," kata Maman di Kompleks DPR, Selasa (7/2).

Maman menjelaskan, Komisi I telah memberikan tambahan dana kepada Kemenag untuk memvalidasi data pesantren, ulama, khotib, dan majelis taklim. Polisi bisa meminta data itu sehingga tidak perlu melakukan pendataan.

Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mudjahid sebelumnya meminta Polda Jawa Timur menghentikan pendataan ulama. Menurut Sodik, hal tersebut sesuai dengan tiga peraturan.

Peraturan tersebut yaitu Undang-Undang (UU) Nomor 39/2008 tentang Kemeneterian Agama tentang Tugas Pokok Kementerian Agama, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83/2015 tentang Kementerian Agama, dan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian.

"Berdasarkan tiga landasan itu, pendataan ulama seharusnya dilakukan Kementerian Agama yang berkoordinasi dengan polisi tentang data para ulama dan alasan peruntukan polisi meminta serta memperoleh data tersebut," kata Sodik. (rdk)

sumber : http://www.cnnindonesia.com/politik/20170207190046-32-191906/dpr-sebut-pendataan-ulama-tak-perlu-dilakukan/

SBY: Negara Tak Boleh Membangun Kebencian pada Agama

SBY mengajak semua eleman bangsa untuk menyingkirkan jauh-jauh islamophobia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

JakartaCNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berharap negara tak membangun kebencian terhadap agama apapun. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bisa menghormati semua agama yang ada.


"Singkirkan jauh-jauh dari Indonesia yang disebut islamophobia, kristenphobia, negara tidak boleh membangun kebencian terhadap agama apapun," kata SBY dalam acara Dies Natalis Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2).

Dalam pidatonya ini, SBY banyak menyoroti soal keadilan, kebinekaan dan kebebasan. SBY mengatakan, toleransi harus memiliki batas yang jelas.

Jika memang berharap orang lain toleran, maka kita juga harus punya sikap tenggang rasa pada orang lain. "Yang merusak kedamaian, kerukunan dan persaudaraan adalah kebencian," kata SBY.

Semua agama dan kearifan lokal di Indonesia menurutnya mengajar cinta, buka kebencian. Karena itu sudah sepantasnya agama yang ada dihormati.

Dies Natalis Demokrat ini sekaligus rapat pimpinan nasional dengan mengambil tema 'Indonesia untuk Semua.

Isu keadilan, kebinekaan dan kebebasan dinilai SBY sengat penting dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. "Keadilan, kebhinnekaan dan kebebasan mudah diucapkan tetapi tidak mudah diwujudkan," kata SBY. (sur/rdk)

sumber : http://www.cnnindonesia.com/politik/20170207203856-32-191937/sby-negara-tak-boleh-membangun-kebencian-pada-agama/

Popular Posts