google.com, pub-0499253383948661, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kisah Mualaf Mantan Bos Besar yang Jadi Penjual Es Cincau



KISAH mualaf selalu mencuri perhatian, sekaligus menjadi pelajaran bagi umat Muslim. Termasuk kisah seorang mantan bos besar Hasanudin, memutuskan mualaf dan kini lebih memilih jualan es cincau dan nanas.

Dikutip dari channel Youtube, Gavy Story Sabtu, (25/4/2020), seorang penjual es nanas dan cincau dari Kota Sukabumi, Jawa Barat, Hasanudin memiliki cerita yang dapat membuat kita tertegun. Harta bukanlah segalanya!


Dulu Hasanudin adalah seorang general manager di salah satu tempat hiburan di Jakarta. Saat itu ia hidup bergelimang harta, mobil dan rumah mewah ia miliki. Bahkan penghasilannya mencapai Rp 100 juta per bulannya.

"Dulu punya rumah tingkat di Jakarta, punya mobil. Ah pokoknya komplit lah. Dulu hidupnya bagus, enak. Dulu saya kerja di tempat hiburan, jadi general manager. Bosnya dulu saya," kata pria berusia 65 tahun itu.

Hasan melanjutkan, walau kala itu penghasilannya sangatlah banyak namun ia hanya memegang uang Rp100 ribu saja. Sebagian besar ia berikan kepada istrinya karena dirasa istrinya lebih membutuhkan uang banyak.

"Saya pegang Rp100 ribu saja, saya orangnya begitu. Istri kan di rumah pasti perlu, kalau saya enggak perlu," ujarnya.

Namun konflik rumah tangganya saat itu bermunculan. Hasan pun bercerai dengan istrinya, sampai menikah lagi tetapi tetap saja hidupnya selalu diwarnai perpecahan dalam rumah tangganya. Sampai akhirnya seluruh kekayaannya habis.

Hingga suatu hari Hasanudin bertemu dengan seorang perempuan Muslim, ia ingin menikahinya. Namun dengan syarat masuk Islam di usianya yang ke 43 tahun.


"Pertama, dari istri ketiga dia kan Islam. Jadi kalau mau nikah sama dia harus mualaf. Saya tanya orangtua, dulu mereka masih ada "gimana kalau saya masuk Islam?" Mereka bilang yang penting kamu sholat," tuturnya.

Akhirnya Hasan masuk Islam dan meninggalkan masa lalunya. Ia merantau ke Sukabumi dan memulai hidup baru dengan istrinya. Meski kehidupannya kini tak semewah dulu, namun ia lebih bersyukur karena hatinya tenang setelah masuk Islam.

"Setelah jadi mualaf lebih tenang. Masalahnya begini, kalau kita lagi pusing baca doa kan, kita tenang. Saya pernah sholat tahajud 40 hari. Baca ayat Kursi sama Al Fatihah, udah tuh," katanya.

Selain itu, Hasan merasa Allah selalu menolongnya di kala sulit. Pernah suatu hari anaknya harus membeli sepatu dan membayar uang sekolah, total semuanya adalah Rp300 ribu. Tapi saat itu Hasan tidak memiliki uang, ia hanya pasrah dan melanjutkan ikhtiar dengan berjualan es demi mencari kebutuhannya.

Ia berjualan sejak pagi sampai sore hari, tapi jualannya belum juga habis dan cincau yang dijualnnya pun mulai rusak tidak bisa dijual. Saat itu ada yang ingin membeli es cincaunya, tapi Hasan menolak karena dagangannya sudah tidak layak dikonsumsi.

"Saya bilang cincau udah enggak bisa diminum, itu cincau udah jelek saya engak mau jual. Dia bilang ya udah es nanas dua satu pakai es, satu lagi enggak pakai es dia beli dua jadi Rp10 ribu kan," ucapnya.


Tapi tidak diduga si pembeli itu memanggil Hasan kembali, dan tiba-tiba memberikan uang senilai Rp300 ribu. Hasan bersyukur bahwa rezekinya tidak pernah putus, berapapun nominalnya.

"Saya buka uangnya pas Rp300 ribu. Ya Allah saya sedih, Allah itu sering tolong saya. Allah tolong saya, saya jadi ada uang untuk beli sepatu anak saya. Allah tolong saya terus. Dulu saya dapat gaji Rp100 juta, sekarang nilainya dari itu," terangnya.

Sembuh dari Virus Corona, Fungsi Paru-Paru Berkurang Hingga 30%


Studi mengejutkan yang dikeluarkan otoritas rumah sakit Hong Kong. Dari penelitian para ahli di sana, yang berhasil sembuh dari Virus Corona Covid-19 akan mengalami penurunan fungsi paru-paru hingga 30%.

Saat ini, virus corona ianggap berbahaya karena menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Itu sebabnya salah satu hal yang dirasakan penderita COVID-19 adalah sesak napas.

ilmuwan Hong Kong kemudian memberikan penjelasan sesak napas dan risiko yang dihadapi pasien virus corona di kemudian hari.

Menurut Business Insider, orang-orang yang pulih dari infeksi virus corona ternyata masih memiliki dampak pada fungsi paru-paru.

Mereka yang berhasil sembuh dari Covid-19 akan mengalami penurunan kapasitas paru-paru secara substansial.

Otoritas rumah sakit Hong Kong telah mempelajari gelombang pertama pasuen yang keluar dari rumah sakit akibat Covid-19.

Menurut otoritas rumash sakit Hong Kong, pasien yang dinyatakan sembuh total dari virus corona memiliki perubahan kapasitas paru-paru mereka.

Ada penurunan kapasitas paru-paru. Dan hal ini akan terasa saat berjalan lebih cepat.

“Mereka terengah-engah jika berjalan sedikit cepat,” kata Owen Tsang Tak-yin, Direktur medis Pusat Penyakit Menular otoritas, seperti dikutip dari South China Morning Post.

Untuk menyiasatinya, pasien dianjurkan melakukan latihan kardiovaskular, seperti berenang, untuk meningkatkan kapasitas paru-paru mereka dari waktu ke waktu. (*)

Ini Nomor Crisis Center Lion Air JT 610 yang Jatuh


Jakarta - Maskapai Lion Air mendirikan pusat krisis (crisis center) kecelakaan pesawatnya yang bernomor penerbangan JT 610. Silakan menghubungi pusat krisis ini untuk mengetahui informasi terkait penumpang Lion Air itu.

"Crisis Center Penanganan Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610. Silakan menghubungi crisis center di nomor 021-80820000 dan untuk informasi penumpang di nomor 021-80820002," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Dia menyampaikan informasi itu lewat akun Twitter pribadinya, @Sutopo_PN. Dia juga mencantumkan nomor Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, yakni +62 8788 033 3170.

Pesawat Lion Air JT 610 lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.20 WIB dan hendak menuju Pangkalpinang. Namun pada pukul 06.33 WIB, pesawat itu hilang kontak.

Ada 189 orang di dalam pesawat itu, termasuk penumpang dan awak kabin. Kini personel Badan SAR Nasional sedang berusaha melakukan evakuasi di lokasi jatuhnya pesawat, di laut utara Karawang, Jawa Barat.

Ini Manifes Penumpang dan Awak Lion Air yang Jatuh di Karawang


Tangerang - Pesawat Lion JT 610 jatuh di perairan Karawang. Ada 179 penumpang di pesawat tersebut. Jika ditotal dengan kru pesawat, total yang diangkut pesawat 189 orang.

Pesawat JT 610 yang jatuh merupakan rute Jakarta-Pangkalpinang. Pesawat hilang kontak pada pukul 06.33 WIB, Senin (29/10/2018). Berikut daftar nama penumpang pesawat nahas tersebut:



Berdasarkan keterangan dari Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Pramintohadi Sukarno, Senin (29/10/2018), berikut data dari pilot, kopilot, dan 5 awak kabin:

Pilot: Bhavye Suneja
Kopilot: Harvino
Senior Flight Attendant: Shintia Melina
Flight Attendant: Citra Novita Anggelia
Flight Attendant: Alfiani Hidayatul Solikah
Flight Attendant: Fita Damayanti Simarmata
Flight Attendant: Mery Yulyanda

Potongan Tubuh Ditemukan di Lokasi Jatuhnya Lion Air JT 610


Jakarta - Basarnas gencar melakukan evakuasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang. Telah ditemukan bagian tubuh diduga korban pesawat nahas itu.

Dari foto-foto yang dikirim Basarnas, Senin (29/10/2018), tampak Basarnas telah menemukan puing-puing pesawat Boeing 737 MAX 8 itu. Terlihat juga bagian tubuh yang telah terpisah dari badan korban.


Bagian tubuh itu dimasukkan ke kantong hitam. Selain bagian tubuh diduga korban, Basarnas telah mengevakuasi puing-puing pesawat Lion Air JT 610 itu. 

Pesawat itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.10 WIB dan seharusnya mendarat di Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang pukul 07.10 WIB. KNKT mengatakan, pesawat Boeing 737 MAX 8 yang baru bergabung dengan Lion Air pada 2018 mengangkut 189 penumpang.


Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pesawat membawa 189 orang. "178 dewasa, 1 anak-anak, 2 bayi, 2 pilot, dan 6 awak kabin," kata Soerjanto dalam jumpa pers Basarnas dan KNKT, Jakarta, Senin (29/10).

Puing Pelampung dan Ponsel Ditemukan di Lokasi Lion Air Jatuh


Jakarta - Tim SAR yang menemukan pesawat Lion Air JT610  mendapatkan beberapa puing. Pesawat itu berada di dalam air dengan kedalaman 30-35 meter.

"Kita sampai di lokasi ternyata kita menemukan ada puing-puing pelampung, handphone, dan ada beberapa potongan...," ucap Kepala Basarnas Marsdya M Syaugi dalam konferensi pers di kantornya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018).

Jumlah total orang yang berada di dalam pesawat disebut 189 orang. M Syaugi belum dapat memastikan bagaimana kondisi penumpang.

"Kita sampai sekarang belum tahu itu, apakah masih ada yang selamat, mudah-mudahan ada," kata M Syaugi.

Saat ini menurut Syaugi proses pencarian masih dilakukan. Dia mengaku akan kembali memperbarui informasi mengenai evakuasi beberapa jam ke depan.

Pesawat itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada pukul 06.20 WIB. Selanjutnya, pesawat itu hilang kontak pukul 06.33 WIB.

Popular Posts